Pernahkan anda mengikuti lomba lari? kebetulan saya sewaktu SMP pernah mengikutinya meski dalam even 17 Agustus-an. Saat itu saya tidak menjadi juara harapan apalagi juara pertama, namun bersyukur saya masih sempat sampai ke garis finish, meski itu juga berakhir dengan muntah-muntah. Mungkin waktu itu saya terlalu memporsir tubuh hingga melebihi ketahan tubuh saya waktu itu.
Di usia seperti itu semangat masih menggelora, cita-cita melambung tinggi dan rasanya dunia begitu indah. Kini setelah sekian puluh tahun melewati masa-masa SMP itu, kehidupan saya persis seperi lomba lari yang pernah saya ikuti. Berbagai proses kehidupan yang pernah dilalui dan pencapaian nya ternyata persis seperti urutan saya sewaktu mengikuti loma lari. Disaat usia sudah mencapai 45-an ternyata saya menempati urutan kesekian dari peserta lari lainya. Dikejauhan garis finish sudah terlihat, namun stamina tubuh sudah ngedrop. Saat itu, dalam diri saya ada hasrat untuk menjadi juara pertama, namun otak dan tubuh saya mengatakan "tidak mungkin !". Akhirnya kecepatan saya kurangi, berharap meski tidak menjadi juara, namun saya masih sempat sampai ke garis finish.
Saya selalu berfikir untuk menjadi juara, dan mungkin orang lain juga begitu. Tapi apakah mungkin ada juara pertamanya ada dua atau tiga orang? saya kebetulan belum mendengarnya, entah dengan anda?.....
Koleksi pribadi yang meliputi link, tutorial dan segala hal yang bermanfaat dan menjadi media untuk belajar menulis !
Tampilkan postingan dengan label Celotehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celotehan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Desember 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Penyakit Psikis
Penyakit ini saya derita sudah lama sekali, mungkin semenjak saya bisa merasakan adanya perbedaan dan membenci hal tersebut. Saya tidak tahu pasit apakah penyakit ini hanya dialami saya sendiri atau orang lain juga ada yang menderitanya. Saya malu untuk menayakan nya pada orang lain, karena hal tersebut hanya akan menunjukan bahwa saya mengidap penyakit tersebut, meski tanpa disadari dengan saya menuliskan nya di blog ini sudah menjadi pengumuman bahwa saya menderita penyakit "kebencian".
Penyakit tersebut mulai saya rasakan ketika secara sadar ataupun tidak, saya mulai membenci segala hal yang berbeda dengan saya, baik berbeda dalam pilihan hidup, politik, agama/kepercayaan, ras/suku bangsa, waran kulit/postur tubuh, dan masih banyak hal yang dibenci lainya. Secara tidak sadar, dunia ini dibentuk dari segala perbedaan. Lantas siapa yang menciptakan semua perbedaan ini? siapapun itu berarti secara tidak langsung saya membencinya pula, bukan?. Bayangkan betapa menderitanya saya ini, karena harus membenci semua hal yang berbeda di dunia ini. Tragis ..!. Ya tragis karena setiap harinya saya harus menghadapi segala perbedaan tersebut, karena memang dunia ini harus disusun dari hal-hal yang berbeda. Apakah saya akan merasa senang jika semua hal di dunia ini harus serba sama?. Sungguh sikap dan pemikiran yang konyol sekali !.
Seperti halnya menderita penyakit fisik/jasmani, saya pun ingin sembuh dari sakit psikis/hati ini. Jika saya sembuh dari penyakit ini berarti saya bisa menyukai atau mencintai segala perbedaan yang ada di dunia ini. Wah....saya bayangkan hidup di dunia ini akan jauh lebih indah dan menyenangkan. Bayangkan jika saya sudah mampu menyukai dan menerima segala perbedaan yang memang sudah menjadi fitrah dunia ini. Hidup saya pasti akan jauh lebih damai dan menyenagkan.
Saya juga menderita penyakit psikis lain yang tak kalah akutnya, yaitu merasa sombong jika memiliki hal yang lebih dan merasa minder jika yang saya terima atau miliki kurang dari orang lain. Terkadang saya merasa paling benar sendiri jika membicarakan kesalahan orang lain dan merasa paling saleh jika berbicara tentang ritual peribadatan agama/kepercayaan. Saya juga merasa paling pintar sendiri jika membahas apa yang saya tahu bahkan yang tidak tahu pun saya buat seakan-akan tahu. Saya juga merasa sombong jika memiliki sesuatu yang orang di sekitar saya tidak/belum memilikinya. Saya juga merasa sombong jika dalam rentang waktu tertentu tidak kena penyakit fisik (seperti kesombongan nya Firaun). Saya juga sombong karena merasa agama/kepercayaan saya yang anut paling benar. Saya juga merasa sombong karena jumlah saudara seiman saya paling banyak. Saya juga sombong karena merasa pendidikan dan gelar saya lebih tinggi dan lebih banyak. Saya juga merasa sombong karena massa/anggota parpol dan ormas yang saya ikuti banyak jumlahnya; dan masih banyak kesombongan lainya. Intinya saya adalah manusia "super" dalam hal kesombongan.
Saya juga mengidap penyakit iri hati jika orang lain memiliki/pencapaian-nya lebih dari yang saya miliki, dan merasa senang jika orang lain menerima kemalangan.
Saya juga membenci jika orang lain berbuat hal yang keliru/salah seakan-akan saya adalah orang tersuci.
Meski belum semuanya terungkap, ternyata saya memiliki semua penyakit psikis yang tadi disebutkan!.
Penyakit tersebut mulai saya rasakan ketika secara sadar ataupun tidak, saya mulai membenci segala hal yang berbeda dengan saya, baik berbeda dalam pilihan hidup, politik, agama/kepercayaan, ras/suku bangsa, waran kulit/postur tubuh, dan masih banyak hal yang dibenci lainya. Secara tidak sadar, dunia ini dibentuk dari segala perbedaan. Lantas siapa yang menciptakan semua perbedaan ini? siapapun itu berarti secara tidak langsung saya membencinya pula, bukan?. Bayangkan betapa menderitanya saya ini, karena harus membenci semua hal yang berbeda di dunia ini. Tragis ..!. Ya tragis karena setiap harinya saya harus menghadapi segala perbedaan tersebut, karena memang dunia ini harus disusun dari hal-hal yang berbeda. Apakah saya akan merasa senang jika semua hal di dunia ini harus serba sama?. Sungguh sikap dan pemikiran yang konyol sekali !.
Seperti halnya menderita penyakit fisik/jasmani, saya pun ingin sembuh dari sakit psikis/hati ini. Jika saya sembuh dari penyakit ini berarti saya bisa menyukai atau mencintai segala perbedaan yang ada di dunia ini. Wah....saya bayangkan hidup di dunia ini akan jauh lebih indah dan menyenangkan. Bayangkan jika saya sudah mampu menyukai dan menerima segala perbedaan yang memang sudah menjadi fitrah dunia ini. Hidup saya pasti akan jauh lebih damai dan menyenagkan.
Saya juga menderita penyakit psikis lain yang tak kalah akutnya, yaitu merasa sombong jika memiliki hal yang lebih dan merasa minder jika yang saya terima atau miliki kurang dari orang lain. Terkadang saya merasa paling benar sendiri jika membicarakan kesalahan orang lain dan merasa paling saleh jika berbicara tentang ritual peribadatan agama/kepercayaan. Saya juga merasa paling pintar sendiri jika membahas apa yang saya tahu bahkan yang tidak tahu pun saya buat seakan-akan tahu. Saya juga merasa sombong jika memiliki sesuatu yang orang di sekitar saya tidak/belum memilikinya. Saya juga merasa sombong jika dalam rentang waktu tertentu tidak kena penyakit fisik (seperti kesombongan nya Firaun). Saya juga sombong karena merasa agama/kepercayaan saya yang anut paling benar. Saya juga merasa sombong karena jumlah saudara seiman saya paling banyak. Saya juga sombong karena merasa pendidikan dan gelar saya lebih tinggi dan lebih banyak. Saya juga merasa sombong karena massa/anggota parpol dan ormas yang saya ikuti banyak jumlahnya; dan masih banyak kesombongan lainya. Intinya saya adalah manusia "super" dalam hal kesombongan.
Saya juga mengidap penyakit iri hati jika orang lain memiliki/pencapaian-nya lebih dari yang saya miliki, dan merasa senang jika orang lain menerima kemalangan.
Saya juga membenci jika orang lain berbuat hal yang keliru/salah seakan-akan saya adalah orang tersuci.
Meski belum semuanya terungkap, ternyata saya memiliki semua penyakit psikis yang tadi disebutkan!.
Kamis, 01 Juni 2017
Terimakasih Internet !
Tak bisa dipungkiri kalau internet ibarat pisau bermata dua, satu sisi positif dan sisi lain tentu saja negatif. Dalam hal ini perlu kedewasaan dan niat
baik. Kedewasaan, berhubungan dengan menyikapi segala konten yang ada dalam dunia internet dan niat baik untuk menggunakan sarana internet untuk hal-hal yang positif. Tentu saja, orang-orang cerdas yang pertama dulunya memeras
tenaga dan pikirannya dalam membentuk dan mengembangkan dunia internet tidak sudi kalau hasil kerja kerasnya digunakan untuk menyebarkan berita bohong, penipuan, menebar kebencian, provokasi dan hal-hal negatif lain nya.
Secara pribadi saya banyak sekali ngambil manfaat dari internet, walau pada awalnya hanya iseng-iseng saja. Namun seiring waktu dan kebutuhan, dari hal-hal
iseng berubah menjadi serius. Internet, kalau diibaratkan adalah perpustakaan yang sangat besar dengan koleksi jutaan buku, tutorial, manual dan bentuk-bentuk tulisan lainnya. Namun seperti di uraikan di atas, perlu kedewasaan
dalam mencerna konten-konten yang ada di dalamnya. Semua tergantung niat kita.
Salah satu yang menjadi keistimewaan dari orang-orang yang aktif di internet adalah jiwa/mental "berbagi" nya besar. Berbagi dalam pengetahuan,
pengalaman, kegembiraan, kemalangan dan lain sebagainya. Terkadang saking baik nya, hal-hal yang bisa memancing orang melakukan tindakan merugikan baik untuk dirinya sendiri atau pun orang lain di "share" juga.
Sayangnya sampai saat ini, saya hanya mengambil manfaat dari kebaikan orang-orang saja. Saya belum mampu memberikan sumbangsih bagi orang lain. Hal ini
bukan karena apatis, namun yang susah dilawan adalah karena terlalu malas menulis, mungkin karena belum biasa kali?. Saya sangat salut pada orang-orang yang begitu sabar memaparkan sebuah manual dan langkah-langkah suatu proses.
Selain perlu kesabaran juga memerlukan sebuah seni??, ya bagi saya merangkai kata-kata dalam menjelaskan sebuah proses begitu membosankan dan bukan perkara yang gampang. Terkadang, setelah dibaca uraian tersebut begitu bertele-tele,
namun ....hal yang bertele-tele itu untuk sebagian kalangan malah sangat membantu dalam memahami langkah-langkah proses tersebut.
Terimakasih pada semua orang yang telah bersusah payah menyusun tulisan dalam dalam berbagai bentuk. Semua itu membuat saya menjadi manusia yang lebih
baik, yang berusaha belajar menghargai jerih payah dan kebaikan orang-orang baik yang peduli. Anda semua mendapatkan respek dari saya
Langganan:
Postingan (Atom)
Pembahasan Topik Free Energy
Pendahuluan Bab 1 : Lampu Tenaga Sinar Matari Bab 2 : Joule Thief Bab 3 : Sirkuit FLEET Bab 4 : Sirkuit Alexkor Bab 5 : Gene...
-
Idler Pulley MXL/XL (TOOTH ) Timing pulley MXL 40T/30T Timing pulley XL ...
-
Mesin Bubut Fonly Source: http://www.lathes.co.uk/fonly/ Mesin bubut fonly ini dibuat oleh Dr. Peter Clark pada acara IMREX (Intern...
-
Diantara seluruh sistem operasi yang digunakan pada komputer, kemungkinan Microsoft Windows lah paling banyak penggunanya. Saat ini juml...